YLKI Desak Pemerintah Jamin Refund Jamaah Haji Furoda yang Gagal Berangkat
YLKI juga memperingatkan masyarakat agar mewaspadai agen perjalanan yang masih menawarkan kuota haji furoda.
Pemerintah Arab Saudi tahun ini memutuskan tidak menerbitkan visa untuk jamaah haji furoda, menyebabkan ribuan calon jamaah yang telah membayar penuh biaya perjalanan berisiko gagal berangkat. Menanggapi hal ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pemerintah Indonesia segera menjamin hak-hak konsumen yang dirugikan, khususnya pengembalian dana secara penuh dan tepat waktu.
Ketua YLKI, Niti Emiliana, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia harus memastikan para jamaah haji furoda mendapatkan pengembalian dana (refund) secara penuh dan tepat waktu.
“Konsumen berhak atas kepastian refund atas dana yang sudah mereka bayarkan. Proses ini harus diawasi secara ketat oleh otoritas terkait,” tegas Niti dalam pernyataan resminya di Jakarta, dikutip Senin (2/6)
YLKI juga memperingatkan masyarakat agar mewaspadai agen perjalanan yang masih menawarkan kuota haji furoda. Pemerintah diminta segera menghentikan aktivitas penjualan ilegal yang dapat semakin merugikan konsumen.
Lebih jauh, YLKI meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ikut turun tangan mengawasi praktik usaha haji agar tidak terjadi persaingan tidak sehat di sektor ini.
“Pengawasan dari hulu ke hilir penting agar konsumen tidak menjadi korban sistem yang tidak transparan dan cenderung mengabaikan hak mereka,” ucap Niti.
Selain itu, YLKI berencana mengirim surat resmi kepada pemerintah untuk mendata jumlah dan identitas jamaah furoda yang gagal berangkat. YLKI siap mengawal proses refund agar berjalan sesuai prinsip perlindungan konsumen.
Sebagai bentuk advokasi, YLKI membuka posko pengaduan bagi para jamaah haji yang terdampak. Posko ini menerima keluhan dan masukan yang nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi dalam penyelenggaraan ibadah haji ke depan.
Alamat Posko Pengaduan YLKI: Jl. Pancoran Barat VII No.1, Duren Tiga, Jakarta Selatan Email: [email protected]