Liputan6.com, Jakarta - Emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya masih berjibaku memperbaiki kinerja keuangan. Hingga kuartal I 2025, liabilitas BUMN karya seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP), kompak turun.
Meski begitu, Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, menilai langkah-langkah perbaikan yang dilakukan sejauh ini perlu dikembangkan lebih jauh dengan strategi-strategi yang inovatif dan terfokus pada efisiensi jangka panjang. Toto menekankan kunci utama dalam memperbaiki tekanan likuiditas dan solvabilitas BUMN Karya terletak pada kemampuan melakukan negosiasi ulang dengan para kreditur.
"Kemampuan renegosiasi dengan para kreditur adalah kunci penting bagaimana BUMN Karya bisa mengatur tekanan likuiditas dan solvabilitas. Mengharapkan PMN dari negara sdh sulit, demikian juga penerbitan obligasi krn krisis reputasi BUMN Karya,” ujar Toto kepada Liputan6.com, Senin (5/5/2025).
Advertisement
Merespons kekhawatiran akan risiko spiral utang, di mana perusahaan mengambil utang baru untuk menutup utang lama, Toto menilai perlunya transformasi struktural, salah satunya melalui konsolidasi antar perusahaan BUMN Karya. Dia menilai bahwa rencana merger bisa menjadi solusi jangka panjang yang efektif, selama dijalankan dengan strategi yang jelas dan berbasis nilai.
“Dari mana sumber value creation merger? Pertama tentu konsolidasi aset yang makin besar sehingga bargaining position perusahaan di depan mitra atau kreditur makin kuat," beber Toto.
Kedua, yakni hilangnya efek duplikasi bisnis sehingga kinerja meningkat. Lalu sharing services sehingga efisiensi meningkat. "Dengan model seperti ini diharapkan posisi keuangan lebih sehat sehingga kemampuan bayar utang diperkirakan bisa meningkat,” imbuh Toto.
Terkait efektivitas suntikan dana dari pemerintah, Toto menyebut bahwa langkah tersebut kini sudah semakin terbatas. Oleh karena itu, BUMN Karya perlu menjajaki alternatif pendanaan lainnya yang lebih berkelanjutan.
Perlu Langkah Alternatif
“Ke depan, BUMN Karya perlu melakukan langkah lain untuk alternatif financing, di luar utang. Misal program percepatan asset recycling, atau undang strategic investor untuk masuk di proyek strategis. Dalam konteks ini BUMN Karya bisa utilize akses yg dimiliki oleh BPI Danantara,” lanjutnya.
Dia menuturkan, pendekatan-pendekatan tersebut tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada utang, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor. Kesehatan keuangan yang membaik dan portofolio proyek yang efisien akan menjadi sinyal positif bagi mitra strategis dan pasar modal.
Dengan fokus pada efisiensi operasional, perbaikan tata kelola, dan inovasi dalam skema pendanaan, BUMN Karya diharapkan mampu memperbaiki citra dan reputasi keuangannya, serta memberikan kontribusi optimal dalam pembangunan infrastruktur nasional.
"Strategi merger apabila berjalan mulus, bisa melakukan beberapa strategi efisiensi. Sehingga tekanan di sisi liability bisa menurun. Harus ada quick win program yang di realized dari strategi ini sehingga kepercayaan investor bisa pulih," pungkas Toto.
Advertisement
Liabilitas BUMN Karya
Liabilitas ADHI sampai dengan 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp 24,82 triliun, turun dibandingkan liabilitas akhir tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 25,37 triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp 19,46 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp 5,36 triliun.
Liabilitas WSKT turun menjadi Rp 68,14 triliun pada Maret 2025 dibandingkan Rp 69,28 triliun pada akhir 2024. Sebesar Rp 21,18 triliun tercatat sebagai liabilitas jangka pendek. Sisanya sekitar Rp 46,96 triliun tercatat sebagai liabilitas jangka panjang.
Liabilitas WIKA tercatat sebesar Rp 50,04 triliun, turun dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 51,68 triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp 18,34 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp 31,7 triliun.
Liabilitas PTPP turun menjadi Rp 41,15 triliun pada akhir Maret 2025 dibanding akhir tahun lalu yang sebesar RP 41,33 triliun. Terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp 21,52 triliun. Sementara sisanya sekitar Rp 19,62 triliun tercatat sebagai liabilitas jangka panjang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4410634/original/016949900_1682850414-isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3370457/original/019306600_1612680676-Laporan_Keuangan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4995048/original/088256300_1730975735-Infografis_SQ_Efek_Donald_Trump_Menang_Pilpres_AS_ke_Perekonomian_Global.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256929/original/007708200_1750295374-AFF-900x1200__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5048576/original/037039500_1734060041-20241212AA_Indonesia_Vs_Laos__39_of_125_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4162549/original/063856400_1663521341-20220918IY_Timnas_Indonesia_U20_vs_Timnas_Vietnam_U20_43.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5254689/original/003901600_1750136714-nfs-17-jun-2025-b6fe83.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4781588/original/045983700_1711120094-20240322AA_Timnas_Indonesia_U-20_Vs_China_U-20-13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816783/original/028751300_1714407013-9_000_34QJ72K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5008059/original/074768800_1731684200-Timnas_Indonesia_vs_jepang-16.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550837/original/056863100_1692885835-F4TKppEagAAZ6VP.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5237814/original/094172300_1748614748-WhatsApp_Image_2025-05-30_at_9.05.20_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5237696/original/072711900_1748604539-whatsapp-image-2025-05-30-at-14-14-59-_x600.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235634/original/013370700_1748425939-WhatsApp_Image_2025-05-28_at_4.39.03_PM__1_.jpeg)