Sukses

Seluruh Mahasiswa Terlibat Demo Ricuh di Balai Kota Jakarta Dipulangkan

Mahasiswa turut mengimbau semua pihak yang menjalankan unjuk rasa untuk selalu menaati aturan perundang-undangan yang berlaku

Diperbarui 30 Mei 2025, 20:24 WIB Diterbitkan 30 Mei 2025, 20:24 WIB

Liputan6.com, Jakarta Polda Metro memulangkan 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang sempat ditahan usai aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 15 Mei 2025. Unjuk rasa tersebut berujung ricuh.

Mahasiwa terakhir yang dipulangkan adalah MAA (21), dari Fakultas Arsitektur Lansekap Dan Teknologi Lingkungan Universitas Trisakti. Dia dibebaskan pada hari ini Jumat (30/5/2025).

Dalam kesempatan itu, MAA menyampaikan, permohonan maaf atas kericuhan yang terjadi.

"Saya dan juga teman teman kemarin ingin meminta maaf atas kegaduhan yang telah terjadi di Balai Kota atas unjuk rasa yang telah kami lakukan," kata MAA di Polda Metro Jaya, Jumat (30/5/2025).

MAA turut mengimbau semua pihak yang menjalankan unjuk rasa untuk selalu menaati aturan perundang-undangan yang berlaku. "Unjuk rasa agar tetap terjaga secara kondusif dan juga damai," ucap dia.

 

2 dari 4 halaman

Penangguhan Penahanan

Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menerangkan, pembebasan 16 mahasiswa dimungkinkan setelah pihak kampus, alumni, dan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Trisakti mengajukan penangguhan penahanan.

"Kawan-kawan ini masih dalam kegiatan aktif belajar-mengajar dan juga dari pihak kampus dari pihak rektorat LKBG dan juga banyak pihak yang ikut membantu sehingga penangguhan penahanan ini dimungkinkan" kata dia.

Meski telah dibebaskan, seluruh mahasiswa yang penahanannya ditangguhkan tetap dikenakan wajib lapor.

"Pada prinsipnya, pihak kepolisian diyakinkan oleh kampus untuk tetap bekerja sama dalam proses hukum sekarang ini," ucap dia.

 

3 dari 4 halaman

Jalur Restorative Justice

Saat ini, pihak rektorat juga tengah mengajukan penyelesaian melalui jalur restorative justice (RJ). Usman meyakini semangat mahasiswa menyuarakan cita-cita reformasi tak akan surut.

"Mudah-mudahan bisa ada penyelesaian yang terbaik lah buat semua. Dan saya yakin para mahasiswa masih akan melanjutkan perjuangan nya untuk menjaga reformasi, menjaga nilai-nilai reformasi termasuk juga memperjuangkan apa yang mereka ingin perjuangkan," ujar dia.

Terkait dua mahasiswa yang masih menjalani rehabilitasi akibat temuan positif narkoba, Usman memastikan pihak kampus juga memberikan pendampingan.

4 dari 4 halaman

Infografis

EnamPlus