Dokter Asal Inggris Ungkap Kengerian di Gaza: 'Khan Younis Tampak Seperti Stalingrad, Gaza Itu Rumah Pembantaian'
Dokter ini mendesak para pemimpin dunia berhenti bicara dan segera bertindak.
Dokter asal Inggris, Dr Tom Potokar, mengungkapkan kengerian yang ia saksikan dengan mata kepala sendiri di Jalur Gaza, Palestina. Potokar adalah bagian dari sekelompok dokter spesialis dan dokter bedah Inggris yang bertugas di Khan Younis.
Para dokter asal Inggris ini bertugas di dua rumah sakit terakhir yang masih beroperasi di Gaza selatan yaitu RS Nasser dan Amal. Sky News mengikuti kegiatan dokter ini dan merekamnya selama dua hari.
Para dokter menyaksikan semua pasien yang mereka tangani menderita malnutrisi atau gizi buruk. Dan anak-anak lah yang paling menderita. Kekurangan makanan dan air membuat mereka lemah dan semakin susah sembuh dari luka-luka yang mereka derita akibat kebrutalan Israel. Israel telah memblokade masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, menyebabkan warga Gaza kelaparan.
Dikutip dari Sky News, Rabu (21/5), para dokter tidur dan menghabiskan waktu istirahat di tempat tinggal kecil di dalam rumah sakit itu sendiri. Mereka hanya makan satu kali sehari, hanya 400 kalori. Blokade Israel selama 11 minggu ini memengaruhi semua orang.
Dr. Potokar bekerja di rumah sakit Eropa di tepi barat Khan Younis tetapi harus dievakuasi pekan lalu ketika rumah sakit itu diserang rudal dan harus ditutup. Potokar kemudian pergi ke rumah sakit Amal di sebelah Nasser dan bekerja di sana.
Potokar mengatakan ia melihat perubahan dramatis sejak terakhir kali ia berada di Gaza tak lama setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
"Saya rasa perbedaan kali ini adalah intensitasnya," ujarnya.
"Kembali pada bulan Oktober hingga Desember '23 adalah terakhir kali saya berada di sini, ada banyak yang terluka, dan itu juga sangat intens," lanjutnya.
"Saya rasa perbedaan kali ini adalah karena blokade, hanya sedikit barang yang masuk, tidak ada makanan yang masuk sehingga orang-orang kelaparan, hanya ada sedikit pasokan medis yang masuk, tetapi hal lain yang sangat terlihat adalah tingkat kerusakan yang sangat besar - maksud saya Khan Younis terlihat seperti Stalingrad."
Berbicara tentang apa yang telah disaksikannya di Gaza, Dr. Potokar menambahkan: "Apa yang dapat Anda katakan, ini mengerikan, ini adalah rumah pembantaian. Itulah adanya, ini adalah rumah jagal."
Potokar mendesak para pemimpin dunia untuk "berhenti bicara dan melakukan sesuatu".