Sukses

Doa Meluluhkan Hati Seseorang yang Dicontohkan Nabi Daud, Permudah Segala Urusan

Dengan membaca Doa Nabi Daud, kita bisa meminta kepada Allah SWT untuk melunakkan atau meluluhkan hati dari orang yang kita kehendaki.

Diperbarui 07 Jun 2025, 11:07 WIB Diterbitkan 27 Mar 2023, 07:45 WIB

Liputan6.com, Jakarta Ada banyak manfaat dari doa yang diajarkan nabi-nabi terdahulu, termasuk doa Nabi Daud. Membaca Doa Nabi Daud dikatakan dapat melunakkan hati yang keras.

Dengan membaca Doa Meluluhkan Hati Seseorang Nabi Daud, kita bisa meminta kepada Allah SWT untuk melunakkan hati orang lain yang kita kehendaki. Doa Nabi Daud ini dapat memudahkan segala urusan dengan membuat hati orang yangberkaitan dengan kepentingan kita lebih lembut.

Misalnya ketika seorang mahasiswa ingin bekonsultasi pada dosen mengenaik skripsinya. Kadang ada beberapa dosen yang sangat ketat dalam memberikan aturan pada mahasiswanya. Kita bisa membaca Doa Nabi Daud kepada Allah SWT untuk melunakkan atau meluluhkan hatinya agar dipermudah dalam mengurus skripsi.

Berikut penjelasan selengkapnya seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (7/6/2024).

2 dari 7 halaman

Mukjizatnya Nabi Daud

Doa Nabi Daud adalah sebuah bacaan doa yang dibaca Nabi Daud AS ketika menunjukkan mukjizatnya dalam melunakkan besi, sebagaimana telah disebutkan dalam Alquran surat As-Saba ayat 10.

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ مِنَّا فَضْلًاۗ يٰجِبَالُ اَوِّبِيْ مَعَهٗ وَالطَّيْرَ ۚوَاَلَنَّا لَهُ الْحَدِيْدَۙ

Walaqod aataynaa dauuda minnaa fadhlaa, yaajibaalu awwabii ma a'hu wattoyiro, waalannaa lahulhadiid

Artinya: Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), "Wahai, gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud," dan Kami telah melunakkan besi untuknya.

3 dari 7 halaman

Doa Nabi Daud untuk Melunakkan Hati yang Keras

Adapun bacaan Doa Nabi Daud yang dapat kita baca untuk meluluhkan hati seseorang adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadikka. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.

Artinya : "Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sementara aku hamba-Mu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama orang yang dimaksud) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir'aun pada Musa a.s. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud a.s. karena sungguh dia tak akan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubun-ubunnya dalam genggaman-Mu, dan hatinya di tangan-Mu. Pujian wajah-Mu telah Agung, wahai yang lebih sayang para penyayang."

Apabila ada seseorang dengan hati yang keras, bahkan sampai nasihat kebaikan pun tidak mempan untuk mengubah kebiasaan buruknya, maka kita dapat membaca Doa Nabi Daud tersebut untuk memohon kepada Allah SWT agar hatinya dapat diluluhkan.

4 dari 7 halaman

Doa Meluluhkan Hati yang Singkat

Selain Doa Nabi Daud yang telah dijelaskan di atas, kita juga bisa membaca Doa Nabi Daud lainnya yang bentuknya lebih singkat, sehingga lebih mudah diingat dan diamalkan sesering mungkin. Adapun bacaan Doa Nabi Daud yang lebih singkat adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ لَيِّنْتَ لِدَاوُدَالْحَدِيْد

Allahumma laiyinli qalbahu, laiyinta li Daudal hadid

Artinya: "Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan Daud (akan) besi."

Selain bisa dibaca untuk meluluhkan hati seseorang yang hatinya terlalu keras sehingga tidak bisa menerima nasihat kebaikan, Doa Nabi Daud juga bisa kita baca untuk menghadapi seseorang yang sangat sulit menerima saran, pendapat atau kritik. Sebagai contoh, kita bisa membaca doa Nabi Daud sebelum bertemu pimpinan atau ketika ingin menyampaikan sesuatu yang membutuhkan persetujuannya.

Membaca Doa Nabi Daud juga bisa kita lakukan sebelum meminta persetujuan orang tua atas keputusan hidup yang telah kita ambil dan tetapkan. Dengan membaca Doa Nabi Daud, insyaallah seseorang yang kita mohonkan kepada Allah SWt agar hatinya luluh akan mau mendengarkan apa yang menjadi pilihan kita.

5 dari 7 halaman

Doa agar Dipertemukan Jodoh dan Amalan Lainnya

Selain membaca Doa Nabi Daud, agar apa yang kita minta kepada Allah SWT dikabulkan, kita bisa menambah doa yang kita baca dengan sejumlah amalan yang telah diajarkan Nabi Daud pula.

Seperti diketahui, selain rajin berdoa Nabi Daud juga melakukan sejumlah amal ibadah sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah. Adapu amalan yang dilakukan Nabi Daud antara lain adalah Puasa Shaum ad-Dahr, yakni ibadah puasa yang lebih dikenal dengan ibadah puasa sunnah Nabi Daud.

Ibadah puasa yang dijalankan Nabi Daud merupakan puasa selang seling, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Puasa ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Selain berdoa dan berpuasa, Nabi Daud juga senantiasa bertasbih dan memohon cinta Allah hingga akhir hayatnya. Nabi Daud memohon cinta dari Allah lewat sebuah doa. Membaca Doa Nabi Daud ini juga diyakini dapat mendekatkan kita dengan jodoh. Adapun bacaan Doa Nabi Daud agar didekatkan dengan jodoh adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي وَمِنْ الْمَاءِ الْبَارِدِ

Allahumma inni as-aluka hubbaka wa Hubba man yuhibbuka, wa ‘amalalladzii yuballighunii hubbaka. Allahummaj’al hubbaka ahabba ilayya min nafsii wa ahlii wa minal maa’il baarid

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan aku memohon kepada-Mu, perbuatan yang dapat mengantarkan aku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku, serta air dingin”.

6 dari 7 halaman

Kekuatan Doa dalam Meluluhkan Hari

Allah ‘Azza Wajalla telah menegaskan bahwa Dia Maha Dekat dan senantiasa mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon kepada-Nya. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku...” (QS. Al-Baqarah: 186)

Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam kitab kitab Jamiul Bayan fi Tafsir Al-Qur'an menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa Allah benar-benar dekat dengan hamba-Nya. Beliau menafsirkan,

“Jika ada yang bertanya kepadamu wahai Muhammad tentang-Ku, ‘Di mana Aku?’ Maka, jawablah bahwa Aku dekat dengan mereka. Aku mendengarkan doa mereka dan Aku mengabulkan pinta mereka.” (Tafsir At-Thabari, 3:222)

Hal ini menunjukkan bahwa berdoa bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga pernyataan iman dan keyakinan akan pertolongan Allah yang Maha Mendengar dan Maha Menolong.

Salah satu doa terkenal Nabi Daud ‘alaihis salam yang diriwayatkan dalam Al-Qur’an muncul saat beliau dan pasukannya menghadapi Jalut dan tentaranya. Mereka memohon kekuatan dan pertolongan Allah,

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

rabbanā afrig 'alainā ṣabraw wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn

Artinya: Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 250)

Menariknya, Allah menggunakan kata “أَفْرِغْ” (tuangkanlah) yang biasa digunakan untuk cairan, seolah menggambarkan bahwa kesabaran yang dimohonkan itu mengalir dan meresap seperti air yang menyentuh seluruh tubuh—baik luar maupun dalam. Syekh Az-Zuhaily rahimahullah menjelaskan,

“Dalam ayat ini terdapat bentuk isti’arah tamtsiliah, yang mana Allah menyerupakan kondisi mereka dengan dicurahkan kesabaran kepada hati mereka sebagaimana air yang dituangkan ke tubuh.”

Selain memohon kesabaran, Nabi Daud juga meminta agar Allah mengokohkan pendirian mereka. Ini menunjukkan bahwa keberanian sejati tidak hanya berasal dari kekuatan fisik, tetapi dari keteguhan hati yang dibimbing oleh keimanan. Dalam hal ini, Syekh As-Sa’diy rahimahullah berkata,

“(Yang dimaksud dengan kekukuhan pendirian) adalah semoga Allah tetapkan pendirian kami dari goyah dan melarikan diri, dan menangkan kami dari melawan orang-orang kafir.” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 108)

Meski ayat dan doa ini terkait dengan pertempuran, maknanya sangat luas dan relevan untuk kehidupan sehari-hari, termasuk dalam usaha meluluhkan hati seseorang, baik dalam urusan keluarga, sosial, maupun dakwah. Sebab, hanya Allah yang berkuasa membolak-balikkan hati manusia. Doa Nabi Daud menunjukkan bahwa dengan kesabaran dan keteguhan hati, segala tantangan dapat dilalui.

Sebagaimana Allah juga berfirman,

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan...” (QS. An-Naml: 62)

7 dari 7 halaman

FAQ Doa Meluluhkan Hati

1. Apakah doa Nabi Daud bisa diamalkan untuk meluluhkan hati seseorang yang keras?

Ya, doa tersebut dapat diamalkan dengan niat yang baik, seperti dalam upaya memperbaiki hubungan, menghindari konflik, atau mendekatkan seseorang kepada kebaikan dan petunjuk. Yang penting, niat berdoa harus sesuai syariat—tidak memaksa kehendak orang lain melainkan memohon agar Allah melembutkan hati mereka.

2. Apakah boleh membaca doa ini untuk meluluhkan hati pasangan atau orang yang kita cintai?

Boleh, selama tujuannya baik dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Doa sebaiknya disertai dengan usaha nyata memperbaiki hubungan secara halal dan santun. Jangan menjadikan doa sebagai alat manipulasi, tapi sebagai bentuk tawakal kepada Allah agar diberikan jalan terbaik.

3. Adakah amalan tambahan untuk melembutkan hati orang lain selain doa Nabi Daud?

Selain doa, berbuat baik, bersikap lembut, menjaga komunikasi yang baik, serta memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an juga dianjurkan.