[PUISI] Desember Kelabu

Desember begitu kelabu, Kekasih
langit seringkali menangis tanpa aba-aba
semilir angin bertiup menyapu kenangan yang ada
menggugurkan harapan yang barangkali memang telah lama mati
Desember kali ini begitu kelabu, Kekasih
aku sendiri hanya berteman sepi
kau menari-nari bersama dia yang kini ada di hati
langit mendung membuatku ikut murung
memikirkanmu kembali sama seperti menikam diri sendiri dengan belati
seharusnya aku tak lagi membiarkanmu berkeliaran di kepala
menjejali segala ruang yang ada
seharusnya kusingkirkan saja kau di belantara yang jauh
yang tak pernah bisa lagi kusentuh
tapi, Desember ini begitu kelabu, Kekasih
pagi hari mendadak mendung
siang yang cerah tiba-tiba hujan
kau pun selalu tanpa aba-aba kembali merajai kepala
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.