Ilmuwan Ungkap Asal-Usul Ikan di Danau Pegunungan Eropa, Benihnya Ditebar Petani Lebih dari 2000 Tahun Lalu
Analisis DNA purba mengungkapkan praktik menebar ikan di danau pegunungan ini jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Sebuah penemuan mengejutkan mengungkap praktik yang dilakukan petani di Eropa sejak abad ke-7 Masehi. Mereka telah membawa ikan ke pegunungan, jauh lebih awal dari yang tercatat dalam catatan sejarah. Temuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, didasarkan pada analisis DNA purba yang ditemukan di Danau Redon, Pegunungan Pyrenees, Spanyol.
Para peneliti tidak menemukan DNA ikan secara langsung, namun berhasil mengidentifikasi DNA parasit dan mangsa ikan, yang secara meyakinkan menunjukkan keberadaan ikan di danau tersebut sejak periode tersebut, seperti dikutip dari laman Phys, Senin (14/4).
Danau-danau pegunungan tinggi secara historis tidak memiliki ikan karena adanya penghalang alami, tetapi dokumen-dokumen sejarah mulai mencatat penebaran ikan di danau-danau pegunungan tinggi Eropa selama abad ke-14 dan ke-15 Masehi. Catatan-catatan ini sebagian besar merinci hak-hak penangkapan ikan dan perdagangan untuk danau-danau tertentu, tetapi tidak jelas apakah praktik penebaran ikan dimulai lebih awal.
Studi ini memberikan gambaran baru tentang aktivitas manusia di wilayah tersebut. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa daerah sekitar Danau Redon telah digunakan sebagai padang penggembalaan domba sejak periode Romawi Akhir dan Visigoth. Keberadaan ikan di danau ini, yang diperkenalkan oleh manusia, menunjukkan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem pegunungan tinggi Eropa jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Analisis DNA purba dari inti sedimen Danau Redon menunjukkan sinyal keberadaan ikan yang semakin konsisten sejak abad ke-9 Masehi. Meskipun populasi ikan di danau tersebut tetap stabil meskipun terjadi perubahan populasi manusia di sekitarnya, temuan ini tetap memberikan wawasan penting tentang bagaimana aktivitas manusia telah membentuk ekosistem pegunungan tinggi sejak berabad-abad lalu. Studi ini menekankan pentingnya penelitian DNA purba dalam mengungkap sejarah interaksi manusia dan lingkungan.
Pemeriksaan Inti Sedimen
Elena Fagin dan rekan-rekannya memeriksa inti sedimen sepanjang 30 cm yang membentang 3.200 tahun dari Danau Redon di Pegunungan Pyrenes Spanyol, yang saat ini menjadi rumah bagi populasi sekitar 60.000 ikan trout coklat. Tidak ada DNA ikan yang terawetkan di sedimen danau, tetapi penulis mengidentifikasi DNA dari parasit ikan dan mangsa ikan, yang mereka gunakan sebagai proksi untuk ikan, yang memungkinkan mereka untuk menyelidiki introduksi mereka.
Para peneliti menemukan DNA milik parasit ikan sejak abad ke-7 M, dengan sinyal yang lebih konsisten dimulai pada abad ke-9 M, sekitar 500 tahun sebelum catatan sejarah mulai mendokumentasikan penebaran ikan di daerah ini.
Menurut para peneliti, populasi ikan yang hidup di danau tetap konsisten meskipun terjadi perubahan populasi manusia di daerah sekitarnya, yang darinya penulis menyimpulkan bahwa ikan tersebut sudah mapan tetapi dapat dipengaruhi oleh tren iklim.