Sukses

Trump Desak Putin dan Zelenskyy Segera Akhiri Perang

Desakan ini disampaikan seiring upaya Trump mewujudkan gencatan senjata selama 30 hari.

Diperbarui 10 Mei 2025, 13:04 WIB Diterbitkan 10 Mei 2025, 13:04 WIB

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump pada Jumat (9/5/2025), berharap agar Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy segera mengakhiri perang. 

Trump, yang pada Senin (12/5) akan memulai lawatan perdananya ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar, ditanya soal pesannya kepada Putin setelah Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kyiv memperingatkan kemungkinan serangan udara yang signifikan dalam beberapa hari ke depan.

"Saya punya pesan untuk kedua pihak: Akhiri perang ini," ujar Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, seperti dikutip dari CNA. "Akhiri perang bodoh ini. Itu pesan saya untuk keduanya."

Kedutaan Besar AS di Kyiv menyatakan di situs resminya bahwa mereka telah menerima informasi mengenai kemungkinan serangan udara yang bisa terjadi kapan saja dalam beberapa hari ke depan.

"Seperti biasa, kedutaan menyarankan warga negara AS untuk siap segera berlindung jika ada peringatan serangan udara," demikian pernyataan tersebut.

Gedung Putih menyatakan bahwa Trump melakukan percakapan telepon yang sangat baik dan produktif dengan Zelenskyy pada Kamis (8/5) dan Trump berharap baik Ukraina maupun Rusia akan menyetujui proposal gencatan senjata 30 hari yang diusulkan.

Dalam konferensi pers pada Jumat, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan kembali bahwa pertemuan antara Trump dan Putin yang sempat dirumorkan akan berlangsung pekan depan di Timur Tengah tidak akan terjadi.

Di Kyiv, Kepala Staf Presiden Zelenskyy Andriy Yermak mengatakan bahwa pada Jumat dia melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan sejumlah pejabat lainnya untuk membahas usulan gencatan senjata sebagai bagian dari upaya menuju kesepakatan damai.

"Fokus utama adalah soal gencatan senjata dan prospek penyelesaian damai," tulis Yermak di Telegram, seraya menambahkan bahwa utusan AS Steve Witkoff dan Keith Kellogg dan Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov juga ikut ambil bagian.

EnamPlus