Syarat dan Ketentuan yang Diajukan Tim Cook kalau Apple Produksi iPhone di AS
CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan bahwa produksi iPhone di AS mungkin dilakukan jika syarat tertentu dapat dipenuhi.
Rencana untuk memproduksi iPhone di Amerika Serikat telah dibahas oleh CEO Apple, Tim Cook. Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, mengungkapkan hal ini dalam wawancara dengan CNBC, yang dikutip oleh Phone Arena pada Minggu (4/5).
Dalam kesempatan tersebut, Howard bertanya langsung kepada Tim Cook mengenai kapan Apple akan memulai produksi iPhone di wilayah AS. Tim Cook menjawab bahwa ada satu syarat penting yang harus dipenuhi agar rencana ambisius tersebut dapat terwujud. Syarat itu adalah keberadaan teknologi robotik yang canggih.
“Saya butuh lengan robotik yang mampu bekerja dengan skala dan presisi tinggi untuk memungkinkan produksi dilakukan di sini (Amerika Serikat),” ungkap Tim Cook saat menjawab pertanyaan tersebut.
Meskipun Tim Cook tidak dikenal sebagai pendukung Presiden Donald Trump, ia tetap memiliki hubungan baik dengan Gedung Putih. Hubungan ini dianggap memberikan keuntungan strategis bagi Apple, salah satunya adalah pembebasan sementara iPhone dari tarif tinggi selama masa pemerintahan Trump. Pemerintah Trump memang memberlakukan tarif impor hingga 145 persen untuk produk dari China, termasuk smartphone.
China merupakan lokasi utama untuk perakitan dan produksi iPhone, yang sebagian besar dilakukan oleh perusahaan manufaktur seperti Foxconn. Selain itu, robotisasi pabrik juga dianggap sebagai langkah perusahaan untuk mengurangi biaya tenaga kerja.
Di China, pekerja perakitan iPhone dilaporkan menerima upah antara USD 3 (Rp 48.000) hingga USD 3,7 (Rp 59.200) per jam. Sementara itu, di Amerika Serikat, Apple harus membayar setidaknya upah minimum federal sebesar USD 7,25 (Rp 116.000) per jam, yang merupakan dua kali lipat dari biaya di China.
Oleh karena itu, penggunaan lengan robotik untuk tugas-tugas presisi tinggi dan berulang dianggap sebagai solusi yang mungkin untuk menggantikan tenaga kerja manusia. Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian kapan Apple akan merealisasikan rencana tersebut.