VIDEO Ribuan Pemukim Yahudi Israel Serbu Al-Aqsa, Menari dan Bernyanyi di Halaman Masjid
Selain Masjid Al-Aqsa, mereka juga menyerbu markas UNRWA saat 'Pawai Bendera' di Yerusalem.
Pada 26 Mei 2025, Yerusalem menjadi saksi bisu dari serangkaian aksi provokatif ribuan pemukim Yahudi Israel. Dalam acara Pawai Bendera tahunan, untuk memperingati pendudukan Israel atas Yerusalem Timur, mereka menyerbu Masjid Al-Aqsa dan markas besar UNRWA (Badan PBB untuk Pengungis Palestina). Tak hanya itu, mereka juga menyerang warga Palestina di kota tersebut.
Pawai Bendera sendiri merupakan acara tahunan yang sering diwarnai dengan kontroversi. Kelompok-kelompok ekstremis Israel kerap memanfaatkan momen ini untuk melakukan provokasi.
Video di media sosial menunjukkan para pemukim meneriakkan “Matilah Orang Arab” di pemukiman Muslim di kota yang diduduki tersebut. Para pemukim juga menerikaan "Semoga desamu terbakar" kepada warga Palestina. Satu video memperlihatkan seorang pemuda diserbu oleh sekelompok pemukim Israel dan diserang di Gerbang Damaskus, seperti dikutip dari The Cradle, Selasa (27/5).
Berdasarkan video yang dibagikan akun Warfare Analysis di X, ribuan pemukim ini juga menari dan bernyanyi di halaman Masjid Al-Aqsa. Mereka memakai pakaian serba putih di mana para laki-laki memakai kippah atau peci kecil yang biasa dipakai laki-laki Yahudi.
Menurut laporan The Cradle, para pemukim ini memasuki Masjid Al-Aqsa bersama sejumlah menteri Israel, salah satunya Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
Penghalang besi dipasang di sekitar tempat suci tersebut saat polisi Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap warga Palestina dan melarang mereka memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa.
Sumber-sumber lokal yang dikutip oleh kantor berita WAFA mengatakan sedikitnya 1.500 pemukim memasuki kompleks tersebut.
Penyerbuan Markas UNRWA
Sejumlah pemukim Israel juga menyerbu markas besar UNRWA di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Mereka membawa bendera Israel dan spanduk serta meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan "kendali dan pendudukan" Israel atas tempat tersebut.
"Serangan ini merupakan langkah agresif dan provokatif, pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan resolusi PBB, dan penargetan langsung lembaga-lembaga PBB yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki," kata Kantor Gubernur Yerusalem dalam siaran pers.
Pemerintah Israel menuduh UNRWA memiliki hubungan dengan Hamas dan terkait dengan Operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023. Pawai Bendera tahun ini bertepatan dengan eskalasi signifikan kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki.
Selama beberapa hari terakhir, para pemukim membakar tanaman gandum milik warga Palestina, membakar rumah dan kendaraan, dan menggusur keluarga-keluarga Palestina dari rumah mereka.